TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan musibah yang dapat terjadi kapan saja, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) merangkul para kader Posyandu melalui agenda workshop kesehatan di Tangerang Volunteer Park, Kecamatan Solear, Rabu (29/7).
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para kader dengan pengetahuan teknis serta keterampilan penanganan pertolongan pertama pada gawat darurat.
Perwakilan Dinkes Kabupaten Tangerang, Ade Dayani, menegaskan pentingnya pembekalan ini mengingat potensi bencana yang kerap datang tanpa diprediksi. Oleh karena itu, kader kesehatan sebagai figur yang paling dekat dengan pemukiman warga dinilai wajib memiliki mitigasi dasar.
“Tujuannya adalah berbagi ilmu dan wawasan kesehatan. Kami berharap para kader semakin cakap dan memiliki pemahaman yang makin luas,” ujar Ade kepada wartawan.
Pada gelaran perdana ini, sebanyak 35 kader Posyandu terpilih diterjunkan sebagai peserta. Ade menambahkan, jumlah peserta dipastikan akan terus bertambah secara bertahap pada gelaran mendatang.
Ade berharap, keterampilan yang diserap para peserta dalam workshop ini dapat menjadi modal vital untuk disebarluaskan kembali ke lingkungan masyarakat hingga unit keluarga terdekat.
Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Tangerang, Wahyu Suryana, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PMI dalam membina jaringan relawan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang yang menaungi lebih dari 2.386 Posyandu.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Kami tidak hanya melatih teknis kesehatan, tetapi juga membangun ketangguhan relawan,” kata Wahyu.
Wahyu menuturkan, Tangerang Volunteer Park dipillih bukan sekadar sebagai lokasi acara, melainkan sebagai pusat pelatihan relawan yang bernilai historis—termasuk adanya monumen penghormatan bagi para tenaga kesehatan dan relawan yang gugur saat penanganan pandemi COVID-19.
Materi yang disajikan mencakup peran krusial relawan dalam situasi kebencanaan hingga edukasi kesehatan dasar. Melalui sinergi ini, PMI dan Dinkes Kabupaten Tangerang berupaya merancang ekosistem kesehatan yang tanggap dan adaptif. Kader Posyandu diharapkan tidak sekadar menjalankan pelayanan rutin, tetapi juga tampil sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana.
Ke depan, PMI Kabupaten Tangerang berkomitmen menjadikan pelatihan serupa sebagai agenda rutin guna memastikan seluruh kader memiliki standar kompetensi mumpuni dalam memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat.
(Der)


Tinggalkan Balasan