TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat sinergi dalam menjamin kesehatan masyarakat. Komitmen ini dibuktikan dengan langkah konkret Pemkab Tangerang yang mengalokasikan dana puluhan miliar rupiah demi menggratiskan layanan transfusi darah.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp22 miliar setiap tahunnya. Dana tersebut dikhususkan untuk mendukung biaya operasional transfusi darah di berbagai rumah sakit.
“Kabupaten Tangerang setiap tahunnya sudah mengalokasikan anggaran untuk support khusus transfusi darah di rumah sakit sebesar Rp22 miliar. Tujuannya, supaya nanti masyarakat yang membutuhkan darah ini tidak dibebankan lagi dengan biaya, supaya gratis. Biaya transfusi tersebut kita titipkan di rumah sakit,” ungkap Maesyal usai menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diselenggarakan PMI Kabupaten Tangerang, Minggu.
Menurut Bupati, darah yang didonorkan akan disuplai ke rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya untuk memenuhi keperluan masyarakat, baik di dalam wilayah Kabupaten Tangerang maupun untuk membantu daerah lain.
Selain menjamin layanan bebas biaya, acara ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi para pahlawan kemanusiaan. PMI Kabupaten Tangerang secara resmi memberikan piagam penghargaan kepada 54 orang pendonor sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 25 kali.
Bupati Maesyal Rasyid memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendonor aktif. Ia menilai, rutinitas donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat bagi pendonor serta menumbuhkan empati sosial di tengah masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi. Kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, mudah-mudahan yang berkontribusi senantiasa dalam kondisi sehat, dan kontribusinya untuk kemanusiaan ini bisa terus meningkat,” kata Maesyal.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Dr. Zainal Muttaqien, menjelaskan bahwa penghargaan bagi pendonor 25 kali ini murni merupakan inisiatif tingkat daerah sebagai bentuk penghormatan.
“Ini sebagai apresiasi kepada para pendonor yang sudah mendonasikan darahnya untuk menolong sesama. Sesuai kewenangannya, penghargaan 25 kali diberikan oleh tingkat Kabupaten/Kota, nanti untuk 50 sampai 75 kali dari Gubernur, dan 100 kali langsung dari Presiden,” jelas Zainal.
Adapun peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Kabupaten Tangerang kali ini mengusung tema “One drop of humanity, give blood and save lives” (Setetes darah untuk kemanusiaan dan Berikan darahmu, selamatkan jiwa). Selain pemberian penghargaan, acara ini turut diramaikan dengan aksi donor darah massal dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diikuti oleh ratusan peserta.
(Der)


Tinggalkan Balasan