TANGERANGBERKABAR.CO.ID, JAKARTA – Meraih podium tertinggi di kancah nasional tidak lantas membuat seorang atlet muda cepat puas. Bagi Ellena Carissa Utari Putri Pratama, prestasi gemilang di atas air harus selalu diimbangi dengan tanggung jawabnya di ruang kelas.

Baru saja dinobatkan sebagai Juara 1 dalam ajang prestisius Kejuaraan Jetski Piala Panglima TNI 2026, Ellena langsung kembali menjalani rutinitas hariannya sebagai pelajar kelas P6A di Sekolah Bunda Mulia (SBM) Petojo, di bawah bimbingan wali kelasnya, Mr. Wendy.

Momen tersebut bertepatan dengan penerimaan rapor Term 1. Memperoleh hasil yang cukup, Ellena dan keluarganya memandang pencapaian akademik tersebut secara objektif dan terbuka bukan sebagai hal untuk ditutupi, melainkan sebagai pemicu motivasi untuk terus belajar.

“Saya tahu nilai saya masih bisa lebih baik dan saya masih harus banyak belajar. Saya akan terus berusaha membagi waktu antara sekolah dan latihan jetski. Buat saya, menjadi atlet bukan berarti boleh melupakan sekolah,” ujar Ellena.

Bagi orang tuanya, pencapaian seorang anak tidak semata-mata diukur dari deretan angka sempurna di atas kertas, melainkan dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta adab terhadap guru.

Sang ibu, Desty, menegaskan bahwa keseimbangan antara prestasi olahraga dan akademik adalah hal yang mutlak. “Atlet juga harus memiliki attitude dan nilai akademis yang baik,” tegasnya.

Senada dengan sang istri, Anton Pratama selaku ayah menambahkan bahwa keluarga tidak pernah menuntut kesempurnaan instan, melainkan komitmen untuk terus berproses.

“Kami tidak menuntut Ellena harus selalu mendapatkan nilai sempurna. Yang paling penting adalah dia mau belajar, bertanggung jawab, menghargai guru, dan terus berusaha memperbaiki dirinya,” ujar Anton.

Kisah Ellena di sela-sela kesibukan menerima rapor bersama Mr. Wendy memberikan sudut pandang inspiratif bagi dunia olahraga usia dini. Di balik gemerlap piala dan sorotan kemenangan, terdapat kerja keras dan konsistensi untuk tetap berpijak di bumi sebagai seorang pelajar.

Pengalaman menempa diri di arena jetski terbukti membentuk mentalitas baja pada diri Ellena mulai dari kedisiplinan waktu, ketahanan mental menerima hasil, hingga keberanian untuk bangkit dan mengevaluasi diri.

Sebab, pada akhirnya, esensi seorang atlet sejati bukan tentang menjadi sempurna dalam segala hal, melainkan memiliki keteguhan untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan bertanggung jawab pada setiap pilihan hidupnya. (HERU)