TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menuntut langkah konkret dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tangerang. Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan Intan saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi dan Rencana Aksi TPPS Tahun 2026 di Media Center Dinas Kesehatan, Kamis (25/6/2026).
Dalam arahannya, Intan menyoroti fenomena lost contact yang kerap terjadi pasca-acara seremonial atau Gerebeg Posyandu. Banyak orang tua yang tidak kembali membawa anaknya ke Posyandu setelah kegiatan besar berakhir. Hal ini, menurut Intan, menjadi celah yang harus segera ditutup.
“Kita harus mengubah strategi. Jangan hanya menunggu mereka datang ke Puskesmas. Jika perlu, lakukan metode jemput bola: datangi rumahnya, pantau langsung, dan dampingi saat anak makan. Pastikan gizi yang diberikan benar-benar dikonsumsi,” tegasnya.
Intan meminta seluruh elemen, mulai dari Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat Dharma Wanita, PKK, hingga petugas Puskesmas, untuk mempererat sinergi di tingkat desa. Ia mendorong penguatan peran camat melalui rembuk stunting agar setiap rencana aksi lebih efektif dan tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, Wabup yang akrab disapa Teh Intan ini telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai leading sector untuk segera berkoordinasi dengan Bappeda.
“Saya akan mengagendakan rapat khusus dengan Bappeda untuk mengunci dukungan anggaran. Saya minta kepala dinas terkait menyusun strategi yang lebih taktis dan integratif agar target kita bebas stunting bukan sekadar angka di atas kertas,” tambahnya.
Menyongsong survei eksternal yang dijadwalkan pada Agustus mendatang, Intan menginstruksikan jajaran TPPS untuk melakukan pendampingan penuh di lapangan. Tujuannya adalah memastikan data yang diambil oleh tim survei mencerminkan kondisi riil di masyarakat.
“Saya minta semua jajaran bergerak aktif. Mari kita pastikan intervensi, pengawasan, dan kualitas gizi yang kita berikan membawa dampak nyata bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.
(Der)


Tinggalkan Balasan