TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Bupati Moch Maesyal Rasyid kian agresif memposisikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah. Langkah ini bukan sekadar retorika, melainkan strategi sistematis untuk menjadikan sektor domestik sebagai benteng pertahanan ekonomi yang inklusif.

Pesan kuat tersebut ditegaskan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri kegiatan nasional di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Senin (30/03/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati tidak hanya meninjau, tetapi juga memborong berbagai produk unggulan sebagai simbol instruksi kepada seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat untuk memprioritaskan produk lokal.

“UMKM bukan lagi pemain pelengkap atau sekadar pengisi booth di acara seremonial. Mereka adalah kekuatan utama ekonomi kita. Strategi ke depan adalah memastikan produk asli Tangerang memiliki daya saing yang setara dengan produk pabrikan, sehingga mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” tegas Maesyal Rasyid.

Untuk mewujudkan visi “UMKM Naik Kelas”, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah memetakan langkah-langkah strategis yang terintegrasi:

  1. Standardisasi dan Kualitas Produk: Mendorong transformasi produk olahan rumahan menjadi produk profesional melalui sertifikasi halal, izin PIRT, hingga desain kemasan yang modern.

  2. Ekspansi Pasar dan Digitalisasi: Membuka akses pasar melalui pameran berskala nasional dan memfasilitasi pelaku usaha untuk masuk ke ekosistem digital (e-commerce) agar jangkauan pasar tidak terbatas wilayah.

  3. Akses Pembiayaan dan Pendampingan: Memperkuat kolaborasi dengan perbankan dan pihak swasta untuk memudahkan akses permodalan bagi pelaku usaha yang ingin melakukan ekspansi produksi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Dra. Rd. Anna Ratna Maemunah, M.Si., menambahkan bahwa kehadiran UMKM dalam setiap ajang besar adalah bagian dari panggung pembuktian kualitas.

“Kami ingin pelaku usaha binaan tidak hanya bertahan di zona nyaman. Fokus kami adalah bagaimana mereka bisa berkompetisi di level yang lebih tinggi. Kehadiran Bapak Bupati yang turun langsung memberikan dukungan moral dan material adalah vitamin bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi,” ujar Anna.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme pengunjung yang luar biasa. Berbagai produk kuliner khas dan inovasi kreatif ludes terjual, membuktikan bahwa daya beli masyarakat terhadap produk lokal sangat tinggi jika dikemas dengan profesional.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan efek domino (multiplier effect) terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput. Dengan UMKM sebagai garda terdepan, Kabupaten Tangerang optimis dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan di tengah tantangan global tahun 2026 ini.

(Der)