TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Sebanyak 28 orang di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga diare pada Rabu (29/4/2026). Para korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cirumpak.

Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa pihaknya melalui Unit Intel telah melakukan Penyelidikan dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) terkait insiden tersebut.
Peristiwa bermula setelah para siswa pulang dari sekolah masing-masing. Mereka mengeluhkan gejala sakit perut dan pusing kepada orang tua. Berdasarkan pengakuan para korban, gejala tersebut muncul sesaat setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah pada hari yang sama.
“Para orang tua langsung membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat setelah melihat kondisi fisik korban yang terus menurun,” ujar Iptu Bayu, Kamis (30/4/2026).
Hingga Rabu pukul 21.00 WIB, tercatat total 28 korban yang tengah menjalani perawatan medis dengan rincian lokasi sebagai berikut:
- Bidan Linda (Kampung Cirumpak): 13 orang.
- Bidan Leny (Kampung Cirumpak Ilir): 6 orang.
- Puskesmas Kronjo: 9 orang.

Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP yang masuk dalam daftar penerima manfaat SPPG Cirumpak, Yayasan Leuit Abhipraya Nawasena.
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, menu MBG yang disajikan pada hari tersebut terdiri dari makaroni telur, tahu, bakso, wortel, dan buah melon.

Ahli Gizi dari SPPG Cirumpak, Lastri, memberikan dugaan sementara bahwa penyebab gangguan kesehatan ini berasal dari olahan makaroni. Diketahui, makaroni tersebut sudah diolah sejak Selasa malam (28/4) sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga diduga telah terpapar bakteri sebelum dikonsumsi pada Rabu siang.
Pihak Polsek Kronjo telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan untuk mengusut tuntas kasus ini.
“Sampel makanan yang disajikan oleh SPPG Cirumpak telah kami amankan dan segera dibawa ke Puskesmas Kronjo untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut,” tutup Kapolsek.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus memantau kondisi para korban dan melakukan koordinasi dengan penanggung jawab yayasan terkait prosedur pengolahan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(Deri)


Tinggalkan Balasan