TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga iklim investasi yang kondusif di Banten tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari dukungan nyata sektor industri. Hal ini dibuktikan oleh PT Adis Dimension Footwear yang sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan CEO Gathering, Economy Outlook, serta Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP APINDO Banten 2026 pada Kamis (2/7/2026).

Screenshot 20260702 202037 Gallery 1140x761 1

Bertempat di pabrik PT Adis Dimension Footwear, Balaraja, acara strategis ini mempertemukan ratusan pengusaha top dengan jajaran Pemerintah Provinsi Banten. Kehadiran Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Umum DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani, dan Ketua DPP APINDO Banten Tomy Rachmatullah di fasilitas PT Adis menegaskan posisi strategis perusahaan dalam mendukung kolaborasi antara dunia industri dan pemangku kebijakan.

Sebagai salah satu perusahaan manufaktur padat karya terbesar di Banten, PT Adis Dimension Footwear memahami betul pentingnya dialog antara pengusaha dan pemerintah, terutama dalam menghadapi proyeksi ekonomi tahun 2026-2027.

Dari mimbar utama yang disediakan di area PT Adis, Gubernur Banten Andra Soni menggemakan komitmen Pemprov Banten melalui semangat “Banten Melayani”.

“Pemprov Banten sesuai komitmennya, kita akan menjadi bagian atau mitra investor dan pengusaha yang selama ini telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan menyediakan lapangan pekerjaan. Saya meyakini para pengusaha Banten adalah pengusaha tangguh dan patriot,” tegas Andra Soni di hadapan para CEO yang hadir di Balaraja.

Pemilihan PT Adis sebagai lokasi penyelenggaraan juga dinilai merepresentasikan wajah sektor riil Banten yang terus berjuang membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi daerah, meski di tengah ancaman ketidakpastian global.

Fasilitasi yang diberikan PT Adis untuk acara ini menjadi wadah penting bagi APINDO untuk menyuarakan aspirasi industri pengolahan. Ketua DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menyoroti besarnya kontribusi perusahaan-perusahaan di Banten.

“Banten itu sangat besar. Perusahaannya besar-besar dan menyerap banyak pekerja, seperti yang kita lihat hari ini. Tentu Banten harus lebih maju,” ujar Shinta. Ia mengingatkan bahwa beban biaya logistik, energi, dan operasional tenaga kerja diproyeksikan akan meningkat, sehingga dukungan ekosistem usaha dari pemerintah daerah dan pusat menjadi sangat krusial.

Ketua DPP APINDO Banten, Tomy Rachmatullah, yang juga menyampaikan paparannya di acara tersebut, sepakat bahwa tahun 2026 bukan tahun yang mudah bagi industri. “Fokus kita adalah bagaimana menjaga keberlangsungan usaha tanpa menghilangkan daya saing, serta tetap menjadikan tenaga kerja sebagai aset utama perusahaan,” jelasnya.

Bagi PT Adis yang mengelola belasan ribu karyawan, pernyataan ini menjadi refleksi nyata dari komitmen manajemen dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan produktivitas pabrik.

Pertemuan ratusan pimpinan perusahaan di PT Adis Dimension Footwear hari itu bukan sekadar ajang silaturahmi bisnis. Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi tempat dirumuskannya langkah konkret untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Banten, salah satunya melalui program APINDO Daya.

Program ini berfokus pada tiga pilar utama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pertama, melalui Pendidikan Vokasi, dunia usaha menyiapkan jalur pelatihan yang selaras dengan kebutuhan pabrik, sehingga tenaga kerja lokal siap diserap langsung oleh industri.

Selanjutnya, untuk merespons perkembangan zaman, program ini juga menghadirkan Pendidikan Digital (Affiliator). Tujuannya adalah melatih generasi muda Banten agar lebih melek teknologi dan memiliki daya saing di bidang pemasaran digital. Sementara itu, kepedulian terhadap warga sekitar diwujudkan melalui program Bina Desa, yang dirancang khusus untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.

Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, puncak acara ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara APINDO Daya dan PT Kawasan Industri Modern. Kesepakatan ini mengunci komitmen pengadaan lahan yang akan digunakan untuk membangun sekolah vokasi industri dalam waktu dekat.

Keterlibatan PT Adis Dimension Footwear sebagai tuan rumah CEO Gathering dan Rakerkonprov APINDO 2026 ini memberikan pesan yang jelas. Hal ini membuktikan bahwa fasilitas industri dapat mengambil peran yang lebih luas—tidak hanya sekadar tempat produksi barang, tetapi juga bertindak sebagai katalisator bertemunya gagasan, kebijakan, dan investasi demi kemajuan perekonomian Provinsi Banten yang berkelanjutan.

(Deri)