TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk memproteksi dan menjaga keberlangsungan industri padat karya, seperti pabrik sepatu PT Adis Dimension Footwear, agar tetap bertahan di tengah tantangan ekonomi.

Rekomendasi strategis tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tangerang terkait pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD di Tigaraksa, Senin (20/7/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, menegaskan bahwa keberadaan industri padat karya memiliki dampak sosial-ekonomi yang sangat besar karena menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, Pemkab Tangerang dituntut hadir menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif agar perusahaan manufaktur besar tidak terdorong melakukan efisiensi atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

“Industri padat karya seperti PT Adis Dimension Footwear merupakan tulang punggung penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Tangerang. DPRD memberikan rekomendasi tegas agar Pemkab, khususnya melalui Dinas Tenaga Kerja, menjaga iklim investasi tetap kondusif dan kompetitif melalui regulasi upah yang berimbang,” ujar Muhamad Amud saat ditemui usai rapat paripurna.

Selain regulasi upah yang berimbang, DPRD juga mendorong langkah konkret dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Amud meminta Pemkab Tangerang melakukan evaluasi total terhadap kurikulum Balai Latihan Kerja (BLK) agar materi pelatihan diselaraskan dengan kebutuhan nyata industri manufaktur, seperti sektor garmen dan alas kaki (footwear).

“Kurikulum BLK harus dirombak total supaya relevan dengan kebutuhan industri riil. Setelah pelatihan, harus ada skema penyaluran tenaga kerja yang jelas dan terstruktur untuk menekan Angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tangerang,” tegas Amud.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dari DPRD Kabupaten Tangerang. Pihaknya memastikan sektor ketenagakerjaan dan penanaman modal akan menjadi fokus perhatian eksekutif dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perangkat Daerah (RKA-SKPD) TA 2027.

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan saran kritis dari pimpinan serta seluruh anggota DPRD. Seluruh rekomendasi, termasuk terkait perlindungan industri padat karya dan ketenagakerjaan, akan menjadi acuan utama kami dalam menyusun RKA-SKPD mendatang,” kata Moch. Maesyal Rasyid.

Sinergi antara regulasi perlindungan investasi dan penyiapan tenaga kerja lokal ini diharapkan mampu menjaga ketahanan industri manufaktur di Kabupaten Tangerang sekaligus menjamin kepastian kerja bagi masyarakat setempat.

(Der)