TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Aktivis Pemuda Tangerang, Aziz Patiwara, menyentil gerakan mahasiswa dan pemuda agar tidak sekadar menjadi penonton atau hanya bersuara saat suatu persoalan publik viral di media sosial. Pesan menohok tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Nonton Bersama dan Diskusi Launching Podcast NGOBOR yang digelar BENTANG bersama Koreksi.org di Balaraja, Sabtu (5/9/2026) malam.
Acara yang berlangsung di Sekretariat BENTANG, Desa Saga, Kecamatan Balaraja tersebut dihadiri oleh lintas elemen masyarakat, mulai dari buruh, petani, peternak, akademisi, hingga aktivis pemuda.
Dalam diskusi bertema “Makin Ditekan Makin Melawan!” tersebut, Aziz menyoroti pentingnya konsistensi pemuda untuk terus hadir mendampingi masyarakat sipil di akar rumput dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Kalau ada persoalan masyarakat, mahasiswa harus hadir, belajar, mendengar, dan ikut mencari jalan keluarnya. Gerakan tidak boleh hanya ramai ketika isu sedang viral,” tegas Aziz.
Menurut Aziz, kebebasan bersuara dan menyampaikan kritik merupakan instrumen penting untuk menjaga kontrol sosial terhadap kekuasaan. Apalagi hak tersebut telah dijamin oleh konstitusi melalui Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 serta UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
Oleh karena itu, ia mendorong agar masyarakat tidak perlu takut dalam menyampaikan aspirasi, selama didasari oleh data yang valid dan argumentasi yang bertanggung jawab.
“Masyarakat jangan takut bersuara. Hak berkumpul dan menyampaikan pendapat itu dijamin konstitusi. Tapi yang paling penting adalah bagaimana suara itu disampaikan dengan data, argumentasi, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberanian bersuara tidak boleh berhenti sebatas keluhan di media sosial, melainkan harus diorganisir hingga berdampak pada penyelesaian masalah.
“Jangan sampai masyarakat hanya mengeluh, tetapi tidak tahu bagaimana mengawal persoalannya. Suara harus menjadi aspirasi, aspirasi harus diorganisir, dan kemudian dikawal sampai ada penyelesaian,” pungkasnya. (Der)


Tinggalkan Balasan