TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Sebagai kawasan hunian berskala kota yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas hidup penghuninya, CitraRaya Tangerang kembali membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Melalui Management Ciputra Residence, CitraRaya kini tengah melakukan transformasi besar dalam sistem pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) internal menuju standar Controlled Landfill yang lebih modern, higienis, dan ramah lingkungan.

Selama ini, pengelolaan sampah di CitraRaya menghadapi tantangan berupa penumpukan volume sampah yang tidak seimbang dengan kapasitas pengangkutan oleh armada DLHK Kabupaten Tangerang menuju TPA Jatiwaringin Mauk. Kondisi yang telah berlangsung selama sembilan tahun ini memicu penumpukan sampah eksisting.

Menanggapi hal tersebut, CitraRaya tidak tinggal diam. GM Estate Management PT Ciputra Residence (CitraRaya), Meita Mediawati, menegaskan bahwa perusahaan mengambil tanggung jawab penuh untuk mengurai persoalan ini.

“Penanganan sampah menjadi concern utama kami. Kami berharap, pengelolaan sampah menggunakan metode controlled landfill ini menjadi solusi komprehensif dalam menangani persoalan sampah, khususnya di lingkungan CitraRaya,” ujar Meita, Selasa (21/04/26).

Langkah besar yang diambil CitraRaya ini bukan sekadar upaya memindahkan tumpukan sampah dari satu titik ke titik lain. Ini adalah sebuah manifestasi dari visi jangka panjang—sebuah strategi berlapis yang menyatukan kecanggihan teknologi dengan kearifan sosial. Sejak benih perencanaannya ditanam pada tahun 2025, proyek ini telah dirancang untuk menjadi solusi komprehensif yang menyentuh berbagai lini.

Di jantung transformasi ini, metode Controlled Landfill hadir sebagai garda terdepan untuk menjinakkan tumpukan sampah eksisting. Dengan teknik penimbunan dan pemadatan yang presisi, potensi dampak negatif terhadap lingkungan ditekan hingga titik terendah. Namun, CitraRaya tidak berhenti di sana. Untuk sampah organik, alam dilibatkan secara langsung melalui budidaya maggot (larva BSF) dan proses pengomposan yang mengubah sisa konsumsi menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Menatap masa depan, CitraRaya juga tengah mempersiapkan instalasi teknologi RDF (Refuse Derived Fuel). Teknologi ini diproyeksikan untuk mengolah sampah baru langsung dari sumbernya, mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Seluruh orkestrasi teknologi ini bermuara pada satu semangat: TPST3R, sebuah konsep pengelolaan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam tradisi memilah sampah demi kelestarian bumi.

Budiartho Saada, sosok ahli di balik konsep ini, memandang controlled landfill bukan sekadar metode teknis, melainkan jembatan emas menuju peradaban pengelolaan sampah yang lebih manusiawi.

“Bayangkan sebuah lingkungan yang tetap segar meski berada dekat dengan area pengelolaan. Dengan menutup sampah menggunakan lapisan tanah secara berkala, kita tidak hanya mengusir aroma tak sedap, tapi juga memutus rantai perkembangbiakan hama seperti lalat dan tikus,” tutur Budiartho dengan nada optimis.

Kecanggihan metode ini juga bekerja secara ‘senyap’ di bawah permukaan. Sebuah sistem drainase dan pengelolaan air lindi yang rumit telah dirancang untuk memastikan sisa cairan sampah tidak merembes dan mengkhianati kemurnian air tanah. Sementara itu, pipa-pipa khusus akan menjadi jalur bagi gas hasil pembusukan, membuangnya dengan aman untuk mencegah risiko polusi udara maupun bahaya ledakan. Tak kalah penting, penggunaan alat berat dalam memadatkan sampah memastikan setiap jengkal lahan digunakan secara efisien, memberikan nafas lebih panjang bagi kapasitas TPS yang ada.

Kini, perjalanan panjang tersebut telah memasuki fase krusial. Setelah melalui pematangan dokumen yang intens sejak tahun lalu, proses lelang siap digulirkan pada Mei 2026 mendatang. Ada gurat keyakinan bahwa pada Agustus 2026, sistem ini tidak lagi sekadar menjadi cetak biru di atas kertas, melainkan mesin yang bekerja nyata di lapangan.

“Kami sedang berpacu dengan waktu untuk merampungkan infrastruktur vital, mulai dari instalasi pipa pengumpul hingga sistem drainase. Kami berharap cuaca bersahabat agar seluruh tahapan ini berjalan sesuai rencana,” pungkas Budiartho.

Inisiatif strategis ini adalah bukti nyata bahwa bagi Management CitraRaya, kesejahteraan penghuni adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Dengan memadukan solusi yang terukur dan higienis, CitraRaya terus melangkah pasti, memastikan setiap sudut kawasan hunian tetap menjadi tempat yang asri, sehat, dan nyaman untuk tumbuh kembang keluarga.