TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk akhirnya berhasil dipadamkan total pada hari ke-11. Kendati situasi mulai terkendali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang enggan kecolongan lagi. Momentum ini dijadikan titik balik untuk merombak total sistem mitigasi bencana di area pengolahan sampah tersebut.

Sebagai langkah jangka panjang menghadapi potensi ancaman di tengah musim kemarau, Pemkab Tangerang kini fokus membangun infrastruktur tanggap darurat yang lebih permanen, mulai dari penampungan air hingga pemanfaatan teknologi kedirgantaraan.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa ketersediaan sumber air di lokasi kejadian menjadi evaluasi paling krusial. Guna mempercepat respons penanganan jika sewaktu-waktu muncul titik api baru, infrastruktur toren dan tandon air akan segera dibangun di sekitar kawasan TPA. saat ini, pihak Perumdam Tirta Kerta Rahardja (TKR) telah diterjunkan ke lokasi untuk memetakan titik pembangunan.

“Kita tidak boleh lagi hanya mengandalkan metode responsif saat api sudah membesar. Ke depan, tandon dan toren air akan dibangun di sini agar pasokan air selalu siap dan dekat jika dibutuhkan,” ujar Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal, Selasa (14/7/2026).

Sebagai langkah taktis awal, Pemkab Tangerang telah menyiagakan dua unit toren raksasa berkapasitas masing-masing 5.000 liter di zona rawan. Tak hanya itu, sejumlah toren portabel berukuran 500 hingga 2.000 liter beserta pompa alkon juga disebar di area TPA untuk menjamin mobilitas distribusi air.

Meski api di permukaan gunungan sampah telah padam, potensi bahaya belum sepenuhnya hilang. Merujuk pada instruksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), proses pendinginan (cooling down) dan pembasahan massal harus tetap dilanjutkan hingga ke area dasar gunungan sampah demi memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang tersisa.

Menjawab tantangan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membeberkan bahwa mitigasi kali ini akan melibatkan aspek teknologi modern. Langit TPA Jatiwaringin kini akan diawasi secara berkala oleh drone thermal.

“Teknologi drone thermal ini berfungsi sebagai sistem deteksi dini (early warning system). Kamera dengan sensor panas pada drone mampu menembus tumpukan sampah untuk memantau potensi titik panas yang tidak kasat mata. Dengan begitu, kita bisa memadamkannya sebelum meluas kembali menjadi kebakaran,” pungkas Taufik.

Langkah preventif yang memadukan kesiapan logistik air dan teknologi pemantauan udara ini diharapkan menjadi standar baru pengelolaan risiko bencana di fasilitas publik Kabupaten Tangerang, sekaligus memastikan kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar Kecamatan Mauk tetap terjaga.

(Der)