TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Penyakit Tuberkulosis (TBC) hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat global maupun nasional. Sebagai upaya nyata dalam menekan angka penularan, kesakitan, dan kematian akibat TBC, UPTD Puskesmas Cisauk mengoptimalkan pelaksanaan program inovasi “Pa-Pa Sehat” (Paru-Paru Sehat) di wilayah kerjanya yang mencakup tiga desa dengan jumlah penduduk mencapai 48.000 jiwa.
Kepala UPTD Puskesmas Cisauk, dr. Netty Mawaty Tambunan, menjelaskan bahwa kegiatan “Pa-Pa Sehat” merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada penemuan kasus secara dini, tetapi juga memperluas jangkauan pencegahan melalui kolaborasi lintas program.
“Melalui inovasi Pa-Pa Sehat, kami berupaya menemukan kasus TBC di masyarakat sedini mungkin, termasuk memperluas cakupan investigasi kontak erat dan serumah agar penularan dapat dicegah,” ujar dr. Netty Mawaty Tambunan.
Beliau juga menambahkan bahwa sejak tahun 2025, program “Pa-Pa Sehat” dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan program gizi dan kesehatan anak. Langkah ini diambil mengingat adanya temuan kasus TBC pada anak yang kerap berkaitan dengan kondisi gizi buruk, gizi kurang, atau stunting.
“Kami melihat adanya korelasi penting antara TBC anak dan permasalahan gizi. Oleh karena itu, anak-anak yang mengalami masalah gizi kini langsung diikutsertakan dalam pemeriksaan TBC. Pemeriksaan dahak juga kami perketat pada setiap pasien yang menunjukkan gejala batuk tanpa memandang durasi, guna mencegah TBC laten berkembang menjadi TBC aktif,” tambahnya.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan dalam program “Pa-Pa Sehat” seperti skrining kontak, pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT), serta penanganan masalah gizi buruk dan stunting Puskesmas Cisauk berharap dapat memutus rantai penularan TBC di masyarakat secara efektif. Upaya masif ini sekaligus menjadi wujud komitmen nyata dalam mendukung percepatan eliminasi TBC nasional pada tahun 2030 serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Cisauk secara menyeluruh.


Tinggalkan Balasan