TANGERANGBERKABAR.CO.ID, SERANG – Kafilah Kabupaten Tangerang kembali membuktikan ketangguhannya dengan sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-23 Tingkat Provinsi Banten tahun 2026. Capaian ini menjadi sangat emosional lantaran diraih di tengah fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang sedang berjuang menanggulangi bencana kebakaran di TPA Jatiwaringin.
Dalam pengumuman resmi yang digelar pada Kamis (9/7/2026), Kabupaten Tangerang keluar sebagai pemenang mutlak setelah mengumpulkan total 759 poin. Raihan ini sekaligus mengukuhkan dominasi mereka dengan mempertahankan piala bergilir juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi prestasi kafilah Kabupaten Tangerang. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Kota Tangerang yang sukses menduduki peringkat kedua, serta Kota Serang di posisi ketiga.
“Selamat kepada Kafilah Kabupaten Tangerang yang kembali keluar sebagai juara umum, disusul Kota Tangerang di posisi kedua, dan Kota Serang di posisi ketiga. Namun, untuk kafilah dari daerah lain, tetap semangat dan jangan berkecil hati,” ujar Dimyati kepada awak media di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.
Dimyati mengingatkan bahwa esensi utama dari gelaran MTQ bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, MTQ merupakan instrumen penting untuk membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an serta mempererat tali silaturahmi (ukhuwah Islamiyah) di tengah masyarakat sejak dini.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyambut capaian ini dengan rasa syukur yang mendalam. Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini mendedikasikan kemenangan tersebut sebagai “kado indah” bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang kembali keluar sebagai juara. Ini merupakan salah satu kado indah di tengah riuh pikuk penanggulangan bencana kebakaran di TPA Jatiwaringin,” ungkap Rudi Maesyal saat mendampingi kafilah.
Menurut Rudi, mempertahankan gelar juara hingga lima kali berturut-turut bukanlah perkara instan. Hal ini merupakan buah dari proses panjang, persiapan yang matang, serta komitmen berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Proses tidak akan mengkhianati hasil. Prestasi ini adalah bukti komitmen bersama. Kompetisi tahun ini berjalan sangat ketat karena daerah lain juga mempersiapkan diri dengan sangat baik. Namun dengan dukungan dan doa masyarakat, kita bisa kembali mempertahankan gelar,” jelasnya.
Rudi juga menekankan bahwa esensi kemenangan ini harus bermuara pada peningkatan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sebagai bagian dari estafet perjuangan para ulama dan kiai.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Tangerang berjanji akan memberikan penghargaan (bonus) kepada para peserta yang telah berhasil mengharumkan nama daerah. Sedangkan bagi peserta yang belum berhasil meraih medali, Rudi berpesan agar tidak patah arang dan terus mengasah kemampuan.
“Orang bisa karena terbiasa, orang pandai karena latihan. Yang tahun ini belum meraih emas, tahun depan harus lebih giat lagi,” imbuhnya.
Menatap masa depan, Rudi menegaskan pembinaan harus langsung tancap gas demi membidik target mempertahankan gelar juara umum untuk keenam kalinya secara berturut-turut pada MTQ tingkat Provinsi Banten tahun depan.
Senada dengan Bupati, Ketua LPTQ Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, turut menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan tanpa lelah seluruh anggota kafilah.
“Alhamdulillah, kita kembali mempertahankan juara berturut-turut. Semoga di MTQ Ke-24 Tingkat Provinsi Banten tahun depan, Kafilah Kabupaten Tangerang bisa kembali merebut juara umum,” pungkas Soma.
(Der)


Tinggalkan Balasan