TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dalam merencanakan keluarga yang sehat terus ditingkatkan. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukatani sukses menyelenggarakan program Safari Keluarga Berencana (KB) pada hari ini, Jumat (3/7/2026).

Fokus utama dalam kegiatan Safari KB kali ini adalah memberikan pelayanan dan edukasi agar masyarakat bersedia beralih menggunakan kontrasepsi jenis implan. Upaya jemput bola ini membuahkan hasil positif, di mana sebanyak 34 orang pasien secara sukarela datang ke Puskesmas Sukatani untuk mendapatkan layanan pemasangan implan.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari langkah strategis yang diterapkan oleh jajaran Puskesmas Sukatani. Penanggung Jawab (PJ) program KB secara khusus merancang flyer pengumuman yang informatif. Flyer tersebut kemudian didistribusikan oleh para kader kesehatan yang menjadi ujung tombak di lapangan.

Para kader tidak sekadar membagikan jadwal, melainkan melakukan pendekatan langsung kepada warga melalui metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Melalui edukasi yang persuasif ini, warga diberikan pemahaman komprehensif mengenai keunggulan, keamanan, serta efisiensi MKJP dibandingkan metode kontrasepsi jangka pendek.

Kepala Puskesmas Sukatani, dr. Endah Dwi Putrianti, MARS., menyoroti pentingnya sinergi edukasi ini dan memberikan apresiasi atas kelancaran kegiatan Safari KB.

“Capaian 34 akseptor implan hari ini adalah bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap MKJP semakin meningkat. Tentunya, ini berkat kerja keras PJ KB dan para kader yang tak kenal lelah mengedepankan edukasi (KIE) di tengah masyarakat. Dengan beralih ke KB jangka panjang seperti implan, kita tidak hanya mengatur jarak kelahiran, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.” — dr. Endah Dwi Putrianti, MARS.

Puskesmas Sukatani berharap momentum Safari KB ini dapat menjadi langkah berkelanjutan. Ke depannya, kolaborasi antara tenaga medis dan kader di lingkungan warga akan terus diperkuat guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses informasi dan layanan kesehatan reproduksi yang memadai.

(Der)