TANGERANGBERKABAR.CO.ID– Suasana malam Jumat di kawasan Perumahan Taman Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, berubah menjadi mencekam. Sultan Auliah (19), seorang remaja asal Perumahan Taman Kirana Surya, menjadi korban keberingasan kawanan geng motor. Akibat serangan senjata tajam tersebut, dua ruas jari tangan korban putus.
Peristiwa nahas yang terjadi pada Jumat (24/4/2026) malam ini memicu kemarahan publik dan pihak keluarga. Pasalnya, penyerangan dilakukan secara brutal oleh kelompok yang berjumlah 14 orang dengan mengendarai tujuh sepeda motor.
Paman korban, Edi Kurniawan, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sesaat setelah korban melaksanakan salat Isya. Saat Sultan melintas di dekat kantor pemasaran perumahan Taman Adiyasa, kawanan geng motor tersebut tiba-tiba muncul dan mengepungnya.
Tanpa memberikan kesempatan bagi korban untuk menghindar, para pelaku langsung melayangkan sabetan senjata tajam.
“Keponakan saya melintas, tiba-tiba kawanan geng motor sebanyak 14 orang datang ke lokasi dan langsung membacok. Beruntung korban menggunakan helm, kalau tidak, bisa jadi kepalanya yang terkena sabetan golok,” ujar Edi saat mendampingi proses pelaporan di Mapolresta Tangerang.
Akibat sabetan tersebut, dua ruas jari tangan Sultan putus bersimbah darah. Usai melancarkan aksi keji tersebut, para pelaku segera melarikan diri, meninggalkan korban yang kemudian dilarikan rekan-rekannya ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tidak terima dengan aksi kriminalitas yang menimpa keluarganya, orang tua korban bersama sejumlah kerabat yang berprofesi sebagai advokat langsung mendatangi Mapolresta Tangerang pada Jumat malam.
Kedatangan mereka adalah untuk menuntut keadilan. Pihak keluarga mendesak pihak kepolisian agar tidak membiarkan aksi teror ini berlalu begitu saja dan segera menangkap seluruh pelaku.
“Malam ini kami resmi melapor ke Polresta Tangerang. Saya mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap para pelaku dan diproses hukum sesuai dengan perbuatannya,” tegas Edi.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Muhammad Indra Waspada Amirullah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Ia memastikan laporan pihak keluarga akan segera ditindaklanjuti.
“Baik, kami tindak lanjuti,” singkat Kapolresta saat dikonfirmasi terkait peristiwa pembacokan ini.
Kasus ini kini menjadi sorotan, mengingat intensitas aksi geng motor di wilayah Tangerang dinilai semakin meresahkan. Publik kini menanti langkah konkret aparat kepolisian untuk mengungkap identitas 14 pelaku dan memberikan sanksi hukum yang setimpal demi memulihkan keamanan di wilayah Solear dan sekitarnya.


Tinggalkan Balasan