TANGERANGBERKABAR.CO.ID, SERANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Wilayah Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, Kota Serang. Dalam aksi tersebut, mereka membawa tuntutan keras agar Kapolri segera mengevaluasi hingga mencopot jabatan Kapolda Banten.
Aksi massa yang didominasi oleh kalangan pelajar ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap kondisi keamanan dan penegakan hukum di Tanah Jawara yang dinilai kian merosot.
Ketua PW PII Banten, Baehaki, menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalanan adalah murni panggilan moral sebagai representasi suara pelajar dan masyarakat yang merasa tidak aman.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami. Kami melihat adanya persoalan serius yang berdampak langsung pada rasa aman masyarakat dan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Banten,” ujar Baehaki di sela-sela orasinya.
Pihak PII Banten membeberkan sejumlah isu krusial yang melatarbelakangi tuntutan mereka. Salah satu yang paling disorot adalah dugaan penganiayaan terhadap pelajar yang terjadi di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang.
Selain itu, maraknya aksi tawuran antar-pelajar serta kemunculan kelompok gengster remaja yang kian beringas menjadi catatan merah bagi kinerja aparat penegak hukum.
“Langkah pencegahan dan pembinaan terhadap pelajar masih sangat minim. Kami juga melihat adanya kelemahan dalam pengawasan internal terhadap oknum anggota kepolisian yang diduga melanggar hukum,” tambah Baehaki.
Dalam pernyataan sikapnya, PW PII Banten merumuskan lima poin tuntutan yang ditujukan langsung kepada Kapolri, yakni:
- Mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Banten.
- Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Polda Banten.
- Penindakan tegas terhadap oknum anggota kepolisian yang melanggar hukum.
- Langkah konkret dalam pencegahan aksi tawuran pelajar dan pemberantasan gengster remaja.
- Pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Meskipun membawa tuntutan yang cukup keras, aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini berjalan dengan tertib dan damai. PII Banten menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindak lanjut nyata dari Mabes Polri.
“Harapan kami jelas, harus ada perubahan nyata demi terciptanya keamanan dan keadilan yang hakiki di Provinsi Banten,” tutup Baehaki.


Tinggalkan Balasan