TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memperketat standar perencanaan teknis dalam setiap pembangunan tandon maupun embung air penanggulangan banjir. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh infrastruktur penampung air berfungsi secara optimal dan tidak menjadi proyek yang sia-sia di lapangan.

Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menegaskan bahwa ke depan setiap perencanaan fasilitas pengendali banjir wajib dilengkapi dengan analisis titik pembuangan akhir (outfall) yang terintegrasi langsung dengan saluran makro atau sungai utama.

“Kami ingin memastikan bahwa tandon maupun embung yang dibangun benar-benar berfungsi maksimal mengendalikan banjir. Oleh karena itu, DBMSDA memperketat kajian teknis di mana setiap pembangunan tandon air wajib terhubung dengan outlet dan outfall pembuangan yang jelas menuju sungai utama. Tandon tidak boleh sekadar menampung air tanpa ada saluran pembuangan yang memadai,” ujar Iwan Firmansyah di Tigaraksa, Jumat (24/7/2026).

Iwan menjelaskan bahwa penataan sistem penanggulangan banjir dari hulu ke hilir menjadi prioritas prioritas jajarannya, seiring dengan adanya dukungan alokasi Belanja Modal APBD yang disesuaikan naik menjadi Rp1,63 triliun. Anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembenahan jalan dan irigasi, tetapi juga penataan drainase serta embung penampung luapan air hujan.

Langkah tegas DBMSDA dalam memperketat kajian teknis outfall pembuangan ini sejalan dengan dorongan dari jajaran legislatif. Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, sebelumnya meminta agar eksekutif lebih cermat dalam merancang proyek fisik pengendali banjir agar tepat sasaran.

“Pembangunan embung penanggulangan banjir harus dirancang secara matang beserta titik pembuangan airnya (outfall). Jangan sampai embung dibangun tapi tidak ada saluran pembuangannya, sehingga proyek itu malah jadi sia-sia dan tidak berdampak mengurai banjir di pemukiman warga,” tegas Muhamad Amud.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyambut baik komitmen teknis dari DBMSDA. Pihaknya memastikan penanganan banjir hulu-hilir menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam memanfaatkan porsi anggaran fisik daerah.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap pembangunan fasilitas publik, termasuk embung dan tandon penanggulangan banjir, dirancang secara presisi. Seluruh rekomendasi DPRD dan kajian teknis dinas akan menjadi acuan agar infrastruktur yang dibangun memberi dampak nyata bagi kenyamanan masyarakat,” kata Moch. Maesyal Rasyid.

Dengan pengetatan kajian outfall pembuangan ini, Pemkab Tangerang optimistis potensi titik-titik genangan dan banjir di wilayah perkotaan maupun pemukiman padat dapat terkurangi secara signifikan dan berkelanjutan.