TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang seiring meningkatnya kebutuhan air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, CSR PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PIK2) merealisasikan penanganan cepat melalui Program SULAP (Sampah untuk Layanan Air Publik) dengan menyalurkan pasokan air bersih ke pemukiman terdampak.

IMG 20260916 WA0024

Program yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Karang Taruna Teluknaga ini telah menjangkau lebih dari 6.900 kepala keluarga atau sekitar 27.600 jiwa. Sejak 9 September hingga 15 September 2026, sebanyak 23 ritase air disalurkan secara bertahap ke 23 titik lokasi.

Sejumlah wilayah yang menerima bantuan pendistribusian air ini antara lain Tanjung Pasir, Tegal Angus, Pangkalan, Lemo, Muara, Teluknaga, Kohod, Kalibaru, Suryabahari, Mauk Timur, hingga Ketapang. Di beberapa titik dengan tingkat kebutuhan yang cukup tinggi seperti Tanjung Pasir, Pangkalan, Tegal Angus, Muara, dan Kohod, penyaluran air bahkan dilakukan lebih dari satu kali.

SULAP tidak sekadar diposisikan sebagai aksi tanggap darurat, melainkan program integrasi yang menghubungkan ketersediaan air bersih dengan pengelolaan sampah rumah tangga bernilai ekonomis. Melalui skema ini, warga didorong memilah sampah seperti botol plastik PET, plastik PP, kardus, dan kaleng aluminium untuk dikonversikan menjadi akses layanan air bersih.

Direktur Estate Management PIK, Restu Mahesa, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menciptakan dampak lingkungan jangka panjang.

“Kami ingin bantuan air tidak berhenti sebagai respons sesaat. Melalui SULAP, kami mencoba membangun sebuah mekanisme yang membuat masyarakat ikut terlibat dalam menjaga lingkungan. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang memberikan manfaat kembali bagi masyarakat,” ujar Restu Mahesa.

Restu menekankan bahwa indikator utama keberhasilan program ini terletak pada peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat.

“Target kami bukan hanya berapa banyak air yang dapat didistribusikan, tetapi bagaimana program ini nantinya mampu mendorong perubahan perilaku. Ketika masyarakat mulai melihat bahwa sampah yang dipilah memiliki nilai dan dapat dikembalikan menjadi manfaat bagi lingkungannya sendiri, di situlah keberlanjutan program mulai terbentuk,” lanjutnya.

Kelancaran pemetaan dan distribusi bantuan di lapangan didukung oleh sinergi bersama Karang Taruna Teluknaga. Ketua Karang Taruna Teluknaga, Windar, menyambut baik langkah kolaboratif ini dalam membantu meringankan beban warga.

“Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga yang saat ini membutuhkan pasokan air. Kami dari Karang Taruna Teluknaga ikut membantu melihat kebutuhan di lapangan dan mendukung penyalurannya kepada warga. Harapannya, SULAP tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air saat ini, tetapi juga mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui pemilahan sampah,” tutur Windar.

Melalui komitmen berkelanjutan dan mengusung semangat “Sulap Sampahmu Jadi Air Bersih”, CSR PIK2 bersama para mitra daerah berencana terus memperluas jangkauan program ke area yang membutuhkan di Kabupaten Tangerang. (Der)