TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaporkan sedikitnya 154 warga kini mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat paparan asap tebal dari lokasi kebakaran.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa polusi udara yang pekat di sekitar area TPA sangat memengaruhi kondisi fisik warga. Paparan asap tersebut tidak hanya memicu gangguan pernapasan, tetapi juga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh penderitanya.
“Paparan polusi udara akibat asap tebal kebakaran TPA Jatiwaringin itu pasti akan menimbulkan ISPA. Hal ini jelas berpengaruh terhadap daya tahan penderitanya,” ungkap dr. Hendra saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Untuk merespons krisis ini, pihak Dinkes telah menyiagakan sejumlah posko kesehatan di sekitar wilayah terdampak. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari posko-posko tersebut, mayoritas warga yang datang berobat mengeluhkan gejala yang sama.
“Dari data yang ada di beberapa posko, kita sudah melayani 154 orang. Jika dihitung rata-rata, sekitar 80 persen dari total warga yang kami periksa terdiagnosa menderita ISPA akibat polusi asap,” jelasnya.
Sementara itu, proses pemadaman api di lahan TPA Jatiwaringin hingga kini masih terus berlangsung. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan si jago merah.
Mengingat eskalasi kebakaran yang cukup luas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut turun tangan membantu proses pemadaman. BNPB telah mengerahkan helikopter water bombing (bom air) guna mempercepat proses pendinginan dan meminimalisir penyebaran asap ke permukiman warga.
(Der)


Tinggalkan Balasan