TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang yang digelar pada Jumat (10/4/2026) berlangsung dalam tensi tinggi. Selain diwarnai aksi unjuk rasa, jalur utama menuju lokasi acara mendadak berubah menjadi “galeri tuntutan” dengan kemunculan puluhan spanduk dan banner yang mendesak adanya reformasi struktural di tubuh partai.

Pantauan di lapangan menunjukkan spanduk-spanduk yang mengatasnamakan Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB se-Kabupaten Tangerang terpasang masif di titik-titik strategis. Pesan yang diusung pun cukup lugas, mulai dari desakan perubahan hingga dukungan spesifik untuk figur baru. Beberapa tulisan yang mencolok di antaranya:

  • “Perubahan DPC PKB untuk Kontribusi Nyata”

  • “Dukung Regenerasi Pengurus DPC PKB Kab. Tangerang”

  • “Kami Mendukung Ketua DPC PKB dari Fraksi PKB DPRD Kab. Tangerang”

Fenomena ini seolah menjadi “salam pembuka” yang kontras bagi Wakil Ketua Umum DPP PKB, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, yang hadir secara langsung untuk membuka agenda krusial tersebut.

Meski keberadaan alat peraga kampanye (APK) tersebut sangat mencolok dan menyita perhatian warga, jajaran elit pengurus DPC PKB Kabupaten Tangerang justru menunjukkan sikap dingin. Sejumlah pengurus DPAC di lokasi memilih untuk menghindari awak media saat dimintai tanggapan.

Sikap serupa datang dari pihak panitia pelaksana. Ketua Panitia Muscab mengaku sama sekali tidak mengetahui asal-usul spanduk yang bertebaran di sepanjang akses menuju lokasi Muscab.

“Kami tidak mengetahui adanya banner-banner tersebut. Fokus kami hari ini sepenuhnya pada agenda Muscab agar berjalan sesuai jadwal,” ujar salah satu pengurus DPC singkat sambil berlalu dari kejaran wartawan.

Menanggapi dinamika ini, pengamat politik lokal menilai bahwa spanduk-spanduk tersebut bukan sekadar hiasan jalan, melainkan representasi dari ketidakpuasan kader akar rumput. Munculnya narasi dukungan terhadap figur dari unsur Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tangerang dianggap sebagai sinyal kuat adanya keinginan transisi kepemimpinan kepada sosok yang lebih vokal dan memahami aspirasi bawah.

Hingga berita ini dilaporkan, jalannya Muscab masih berada di bawah penjagaan ketat aparat keamanan. Agenda pemilihan ketua baru menjadi ujian bagi PKB Kabupaten Tangerang: apakah suara-suara “perubahan” dari spanduk tersebut akan diakomodasi, atau justru menguap di tengah kesepakatan elit.

(Der/San)