TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Open Turnamen sepak bola yang diselenggarakan PIK2 Cup 2026 di lapangan Radar 401 Tanjung Kait, kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang Ricuh, Selasa 11 Agustus 2026 sore.
Laga Perempat final antara Dejan Fc melawan Ketapang Tersenyum Fc itu ricuh pada menit akhir dibabak pertama usai Dejan Fc berhasil menyamakan kedudukan dengan skor imbang menjadi 1:1. Namun tak lama setelah itu, diduga salah satu pendukung Ketapang Tersenyum tiba-tiba memasuki lapangan dan mengejar wasit yang memimpin jalannya pertandingan yang tidak diketahui penyebab pastinya.
Dalam rekaman video terlihat salah seorang penonton yang mengenakan kemeja putih terlihat mengejar wasit ke dalam lapangan, kericuhan itu diikuti oleh penonton lainnya yang berlarian ke dalam lapangan hingga terlihat anggota TNI dan Polri yang berjaga terpaksa harus mengambil tindakan tegas dengan mengejarnya hingga ke luar lapangan pertandingan.
Dalam video berdurasi 10 detik itu juga, terlihat Kepala Desa Ketapang Khatibul Umam terlihat berlari ke dalam lapangan untuk melerai perselisihan tersebut. Hingga akhirnya panitia mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan antara Dejan Fc Depok VS Ketapang Tersenyum.
Salah satu penonton AG (35) mengatakan, peristiwa kericuhan di lapangan pertandingan sepak bola piala PIK2 2026 itu diduga akibat penonton Ketapang Fc menduga adanya ketidaknetralan wasit yang memimpin laga pertandingan. Kemarahan itu menambah memuncak kala tim Ketapang Tersenyum kebobolan oleh Dejan Fc hingga membuat skor imbang 1:1.
“Awalnya Ketapang Fc unggul 1:0, dan di menit akhir babak pertama Dejan Fc berhasil membuat skor imbang melalui bola umpan yang membuat skor 1:1,” ujar AG kepada wartawan.
AG menyayangkan turnamen bergengsi yang setiap tahun berlangsung itu selalu ricuh. Bahkan, ia menilai panitia penyelenggara tidak mengantisipasi terjadinya kericuhan dengan membiarkan penonton bisa berdiri di dalam batas yang sudah dibuat.
“Harusnya penonton gak boleh masuk ke dalam batas tali tambang, dan official tim juga dibatasi tidak terlalu banyak yang masuk. Panitia juga terlihat hanya berada 1 titik saja dekat reporter,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya mengonfirmasi ketua Panitia PIK2 Cup 2026 terkait terjadinya kericuhan di dalam lapangan pertandingan.


Tinggalkan Balasan