TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Proyek pembangunan jalan di Kampung Sukasari, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan dari aktivis mahasiswa. Pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Nubaris tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek betonisasi jalan tersebut merupakan program yang bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai Demokrat.

Aktivis menyoroti metode pengerjaan jalan yang sebelumnya merupakan akses jalan paving block. Pihak pelaksana diduga hanya menambahkan material di atas permukaan jalan lama sebelum langsung melakukan pengecoran.

Kondisi tersebut memunculkan keraguan publik terkait ketahanan konstruksi serta kesesuaian metode pelaksanaan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam perencanaan proyek.

“Pekerjaan konstruksi seharusnya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan setiap tahapan pengerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan,” tegas aktivis mahasiswa, Gandi Sadewa.

Gandi menyayangkan jika status proyek yang berasal dari Pokir anggota dewan justru membuat fungsi pengawasan mengendur. Menurutnya, begitu dialokasikan ke dalam program pembangunan dan dibiayai APBD, pelaksana proyek dalam hal ini CV Nubaris tetap wajib memenuhi seluruh spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.

Atas dasar itu, Gandi mendesak Ketua DPRD Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan memastikan fungsi pengawasan berjalan secara objektif dan transparan.

“Kalau benar proyek ini berasal dari Pokir salah satu anggota dewan, justru harus semakin transparan. Ketua DPRD harus memastikan proyek tersebut tidak hanya terealisasi secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas pekerjaan yang sesuai standar,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mengetahui secara pasti apakah metode pembangunan yang diterapkan di lapangan sudah benar-benar sesuai dengan petunjuk teknis pemerintah.

“Jangan sampai karena jalan sudah terlihat bagus setelah dicor, kemudian persoalan kualitas dianggap selesai. Kita harus lihat bagaimana proses pengerjaannya dan apakah hasil akhirnya sesuai dengan spesifikasi,” kata Gandi.

Pihaknya pun mendorong Ketua DPRD beserta instansi terkait untuk memberikan perhatian serius, termasuk melakukan pemeriksaan teknis secara terbuka.

“Kalau memang sesuai spesifikasi, buktikan melalui pemeriksaan teknis. Kalau ditemukan ketidaksesuaian, jangan dibiarkan,” pungkasnya.

Gandi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari DPRD. Apabila tuntutan tersebut diabaikan, pihaknya siap memperluas konsolidasi bersama elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat sipil, hingga warga setempat untuk mengawal persoalan ini melalui aksi penyampaian pendapat di muka umum secara damai.