TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Masalah gizi dan stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Menyadari hal tersebut, UPTD Puskesmas Panongan terus bergerak aktif melalui terobosan program “INSTING” (Identifikasi Balita Stunting Keliling).

Pada Kamis (07/05/2026), giliran Desa Peusar yang menjadi sasaran aksi jemput bola ini. Program INSTING hadir sebagai solusi nyata bagi para orang tua untuk memastikan buah hati mereka tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman gangguan pertumbuhan.

Di balik riuhnya suasana Desa Peusar pagi itu, dr. Asmia Djunishap dan Fauziah Nurhayani beserta tim gizi tampak sibuk namun tetap ramah menyapa setiap warga yang datang. Bagi mereka, program INSTING bukan sekadar rutinitas medis di atas kertas, melainkan sebuah pendekatan hati yang komprehensif. Tim tidak hanya memvalidasi data angka, tetapi juga menghadirkan benteng pertahanan pertama bagi kesehatan balita.

Mulai dari pemeriksaan mantoux yang dilakukan dengan teliti untuk memutus rantai risiko TBC sejak dini, hingga pengecekan Hemoglobin (HB) untuk memastikan tidak ada balita yang lesu akibat anemia. Di sudut lain, konsultasi gizi berubah menjadi ruang diskusi privat yang hangat, tempat para orang tua belajar meramu menu bergizi seimbang tanpa harus menguras kantong.

Antusiasme ibu-ibu di Desa Peusar menjadi pemandangan yang menyentuh. Mereka tidak hanya datang untuk menimbang berat badan anak, tetapi juga aktif melontarkan pertanyaan dan berdiskusi. Momen berharga ini dimanfaatkan tim Puskesmas Panongan untuk menanamkan pemahaman baru: bahwa stunting bukan hanya soal apa yang ada di piring makan, melainkan juga tentang sanitasi lingkungan dan ketelatenan memantau kesehatan secara rutin.

“Kami ingin memastikan setiap anak di wilayah kerja kami mendapatkan hak kesehatan yang layak. Melalui INSTING, kami melangkah lebih dekat, menjemput bola ke pemukiman warga agar deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat, lebih akurat, dan langsung menyentuh sasaran,” ungkap dr. Asmia di sela-sela kesibukannya.

Bagi UPTD Puskesmas Panongan, INSTING telah bertransformasi menjadi pilar utama dalam membangun derajat kesehatan masyarakat. Sinergi yang tercipta antara tangan dingin para tenaga medis dan kesadaran tinggi warga adalah kunci utama. Di sini, penurunan angka stunting bukan lagi sekadar target statistik yang ambisius, melainkan sebuah kenyataan yang sedang dirajut bersama.

Karena pada akhirnya, mendukung program ini berarti sedang menjaga tunas bangsa. Mari kita pastikan setiap balita mendapatkan pemantauan terbaik, sebab di pundak anak-anak yang sehat inilah, masa depan bangsa yang besar sedang dipertaruhkan.