TANGERANGBERKABAR.CO.ID – Wajah pendidikan di Kabupaten Tangerang kini berada di bawah radar serius pemerintah pusat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan inspeksi mendadak untuk memantau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 2 Curug, Senin (6/4/2026). Langkah ini menjadi sinyal keras bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan instrumen untuk membabat habis manipulasi nilai.

Kedatangan sang Menteri yang didampingi jajaran BPMP Provinsi Banten disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana. Keduanya turun langsung ke ruang ujian guna memastikan 330 siswa yang tengah berjibaku dengan soal daring tidak terhambat oleh kendala teknis maupun sistem yang rapuh.

Dalam pernyataannya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA berbasis digital adalah standar mati untuk menciptakan sistem penilaian yang objektif. Ia menolak keras digitalisasi yang hanya bersifat formalitas tanpa dampak pada akuntabilitas.

“Pemanfaatan teknologi dalam TKA ini bukan sekadar gaya-gayaan digital. Ini adalah upaya nyata menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel. Kita tidak ingin ada ruang gelap dalam penilaian; standar mutu nasional harus terukur dengan presisi sejak dari level sekolah menengah,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.

Sejalan dengan pusat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan adanya disparitas atau ketimpangan fasilitas digital antar sekolah di wilayahnya. Baginya, kesuksesan di SMPN 2 Curug harus menjadi standar umum bagi seluruh sekolah di Tangerang.

“Instruksi Pak Menteri sangat jelas. Kami di daerah memastikan kualitas layanan pendidikan harus merata tanpa pengecualian. Fasilitas dan pengawasan ketat adalah harga mati agar siswa bisa fokus tanpa perlu dihantui gangguan sistem,” ujar Dadan dengan nada optimis namun tegas.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pusat dan daerah sangat krusial dalam membedah tantangan pendidikan di wilayah penyangga ibu kota yang kian kompleks.

Kunjungan ini tidak hanya berakhir pada seremonial pantauan. Agenda ditutup dengan dialog panas namun konstruktif antara Menteri, Kadisdik, dan para guru. Isu pengembangan kurikulum hingga tuntutan peningkatan kesejahteraan pendidik menjadi poin utama yang dibedah.

Pelaksanaan TKA di SMPN 2 Curug ini diharapkan menjadi pilot project bagi transparansi pendidikan di Kabupaten Tangerang. Dengan sistem yang sudah teruji lancar dan tertib, kini publik menanti pembuktian konsistensi digitalisasi ini di sekolah-sekolah pelosok lainnya.

(Der)